Andai Rasa Bisa Bicara
ANDAI RASA BISA BICARA Kudengar bunyi hujan yang menyisakan pilu Sakit hati tak dapat kuelak lagi Andai kau tahu tuan, Betapa menyiksa menahan rindu yang menggebu Menyangkal bahwa aku telah candu merindumu Ingin kuungkap dengan fasih dihadapanmu Bahwa aku merindumu, Namun,apalah dayaku.. Lidahku mendadak kaku Ku maki lidah ini tiada henti Kukatakan aku merindumu tuan, ucapku lantang Kau tak dengar bukan? Sebab itu hanya ilusiku Menjerit jerit memanggil namamu Dalam anganku Andai rasa bisa bicara Andai hati tuan bisa mendengar Aku tak akan merasa tersiksa bukan? Menyayat rindu yang selalu berhasil menembus pertahananku Tuan,aku merindumu